Rabu, 15 Desember 2010

LAPORAN PRAKTIKUM

I. KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Penentuan Perubahan Entalpi dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan Praktikum Perubahan Entalpi dan agar dapat mengikuti praktikum-praktikum selanjutnya yang ada di SMAN 1 Pecangaan. Selain itu pembuatan Laporan Praktikum Perubahan Entalpi ini adalah sebagai bukti hasil dari percobaan-percobaan yang dilakukan saat praktikum, dan untuk melengkapi tugas dari Praktikum Perubahan Entalpi.
Penulisan laporan ini didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan selama praktikum serta literatur-literatur yang ada baik dari buku maupun sumber lainnya.
Dengan ini, praktikan juga menyampaikan terima kasih kepada :
1. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik materil maupun spiritual.
2. Pembimbing Praktikum
3. Rekan-rekan seangkatan, secara istimewa Kelompok VII yang membantu praktikan dalam pelaksanaan praktikum dan dalam penulisan laporan ini.
Laporan ini merupakan tulisan yang dibuat berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. Tentu ada kelemahan dalam teknik pelaksanaan maupun dalam tata penulisan laporan ini. Maka saran-saran dari pembaca dibutuhkan dalam tujuan menemukan refleksi untuk peningkatan mutu dari laporan serupa di masa mendatang. Akhir kata, selamat membaca dan terima kasih.

Pecangaan, 15 Desember 2010
Penulis,

Bayu Ihsanudin














II. DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar ........................................................................................ 2
2. Daftar Isi ................................................................................................. 3
3. Judul Percobaan ....................................................................................... 4
4. Tujuan Percobaan .................................................................................... 4
5. Dasar Teori .............................................................................................. 4
6. Alat / Bahan ............................................................................................ 5
7. Cara Kerja ............................................................................................... 5
8. Data Hasil Percobaan ............................................................................... 5
9. Pembahasan Hasil Percobaan ................................................................... 5
10. Jawaban Pertanyaan ................................................................................. 6
11. Kesimpulan ............................................................................................ 6
12. Daftar Pustaka ......................................................................................... 7



























III. JUDUL PERCOBAAN
Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi

IV. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan perubahan entalpi pada reaksi suatu zat.

V. DASAR TEORI
Perubahan Entalpi
Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp
Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.
a. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm)
Contoh: H 2 → 2H – a kJ ; DH= +akJ
b. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm)
Contoh: 2H → H 2 + a kJ ; DH = -a kJ
Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi :
1. Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ):
DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh: H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) → H 2 0 (l) ; DHf = -285.85 kJ
2. Entalpi Penguraian :
DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsur-unsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan).
Contoh: H 2 O (l) → H 2 (g) + 1/2 O 2 (g) ; DH = +285.85 kJ
3. Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ):
DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O 2 dari udara yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh: CH 4 (g) + 2O 2 (g) → CO 2 (g) + 2H 2 O(l) ; DHc = -802 kJ
4. Entalpi Reaksi:
DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.
Contoh: 2Al + 3H 2 SO 4 → Al 2 (SO 4 ) 3 + 3H 2 ; DH = -1468 kJ
5. Entalpi Netralisasi:
DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa.
Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H 2 O(l) ; DH = -890.4 kJ/mol
6. Hukum Lavoisier-Laplace
“Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya.”
Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya
Contoh:
N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) ; DH = – 112 kJ
2NH 3 (g) → N 2 (g) + 3H 2 (g) ; DH = + 112 kJ

VI. ALAT / BAHAN :
 Bejana plastic
 Gelas Ukur
 Gelas kimia
 Silinder uku
 Termometer
 Larutan NaOH
 Larutan HCl

VII. CARA KERJA :
1. Sebanyak 25 cm3 larutan NaOH 1 M dimasukkan dalam bejana plastik dan 25 cm3 HCl 1 M dimasukkan ke dalam silinder ukur
2. Suhu awal dari masing-masing zat diukur. Kemudian ditentukan suhu rata- ratanya
3. Larutan HCl dituangkan dalam bejana plastik berisi larutan NaOH, kemudian diaduk dengan thermometer. Setiap perubahan suhu dicatat

VIII. DATA HASIL PERCOBAAN
No. Percobaan Kegiatan Suhu Awal Suhu Akhir
1. Pengukuran suhu larutan HCl 1 M 25 mL 31oC
2. Pengukuran suhu larutan NaOH 1 M 25 mL 30,5oC
3. Pengukuran suhu akhir 30,75oC 34oC

Suhu larutan NaOH 1 M : 30,5oC
Suhu larutan HCl 1 M : 31oC
Suhu rata-rata (suhu awal) : 31 + 30,5 = 30,75oC
2
Suhu akhir : 34oC
Kenaikan suhu ( T ) = T2 – T1
= 34 – 30,75
= 3,25oC


IX. PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN
Analisis Data :
1. qlarutan → q = m x c x ∆T
q = (25 + 25)g x 4,2 Jg-1 oC-1 x (34 – 30,75)oC
q = 682,5 J
2. qreaksi = -qlarutan (Reaksi Eksoterm)
qreaksi = - 682,5 J
3. Jumlah mol NaOH → m = V x M = 0,25 L x 1 mol L-1 = 0,25 mol
Jumlah mol HCl → m = V x M = 0,25 L x 1 mol L-1 = 0,25 mol








X. JAWABAN PERTANYAAN
SOAL :
1. Berapakah besar energi yang pindah ke lingkungan agar suhu larutan hasil reaksi turun sama dengan suhu pereaksi (awal) ?
2. Berapakah jumlah mol NaOH dalam 50 mL larutan NaOH 1 M ?
3. Berapakah jumlah mol HCl dalam 50 mL larutan HCl 1 M ?
4. Berapakah H per mol H2O yang terbentuk dalam reaksi ?
JAWAB :
1. q = 682,5 J
2. 0,05 mol
3. 0,05 mol
4. NaOH + HCl  NaCl + H2O
0,05  0,05 0,05 ~ 0,05
Jadi, H per mol H2O = 0,05 mol



XI. KESIMPULAN
” Reaksi antara NaOH dengan HCl menghasilkan kalor sebesar 682,5 J ”
” Reaksinya Eksoterm ”
” Suhu berpindah dari sistem ke lingkungan ”
































XII. DAFTAR PUSTAKA
- Anonim,d, 2009, gravimetri. http://dedyanwarkimiaanalisa.blogspot.com/ 30 Agustus 2009
- Winarti, wiwik, B. Prasetyaningsih, Puji Utami, M. Teti s, Djoko BN, Muhail, Wiyoto, Sriyatmi, Sudarso, Kasirin, Nurul D, Sri Rahayu. 2006. KIMIA untuk SMA/MA.. Surakarta : Mefi Caraka.
- LKS MEFI KIMIA kelas XI-a

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates